Jakarta – Internet yang selama ini dikenal sebagai ruang gratis untuk berkomunikasi dan mencari informasi kini semakin berubah wajah. Iklan tidak lagi hanya muncul di media sosial lama atau situs berita, tetapi juga mulai masuk ke platform baru dan layanan berbasis kecerdasan buatan. Perubahan ini terlihat jelas dari keputusan Threads dan ChatGPT yang mulai menampilkan iklan kepada penggunanya.
Threads merupakan aplikasi microblogging milik Meta. Sejak diluncurkan pada Juli 2023, Threads tumbuh cepat dan menarik perhatian karena tampilannya yang sederhana serta minim gangguan promosi. Banyak pengguna merasa Threads menawarkan suasana berbeda dibanding media sosial lain yang sudah lama dipenuhi iklan.
Namun kondisi tersebut tidak bertahan lama. Meta mengumumkan bahwa Threads akan mulai menampilkan iklan secara bertahap kepada pengguna di seluruh dunia. Penayangan iklan dijadwalkan dimulai pekan depan, dengan intensitas yang masih rendah pada tahap awal. Meta menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan platform.
Alasan utama di balik keputusan tersebut adalah skala pengguna Threads yang terus membesar. Meta menyebut Threads kini telah memiliki sekitar 400 juta pengguna aktif bulanan. Dengan jumlah sebesar itu, Threads dinilai sudah cukup matang untuk memasuki fase monetisasi. Bagi perusahaan teknologi, platform dengan ratusan juta pengguna memerlukan sumber pendapatan yang stabil untuk mendukung operasional dan pengembangan.
Meta menjelaskan bahwa iklan di Threads tidak akan muncul dalam bentuk pop-up atau tayangan layar penuh. Konten promosi akan tampil di antara unggahan pengguna di linimasa, serupa dengan iklan yang sudah lama hadir di Facebook dan Instagram. Bentuk iklan yang ditampilkan mencakup gambar dan video, termasuk format carousel yang dapat digeser.
Sistem iklan Threads juga akan menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Artinya, iklan yang muncul akan disesuaikan dengan minat pengguna berdasarkan aktivitas mereka. Sistem ini sama dengan yang telah digunakan Meta di platform lain. Pengiklan dapat mengatur iklan Threads melalui satu sistem terpadu yang juga mencakup Facebook, Instagram, dan WhatsApp.
Meski mulai menampilkan iklan, Meta menegaskan penerapannya dilakukan secara bertahap. Pada fase awal, jumlah iklan akan dibatasi agar tidak langsung memenuhi linimasa pengguna. Proses perluasan iklan diperkirakan berlangsung selama beberapa bulan hingga menjangkau seluruh pengguna global. Meta menyatakan pendekatan ini diambil untuk memberi waktu adaptasi bagi pengguna.
Threads sejak awal diposisikan sebagai pesaing X, platform media sosial yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter. CEO Meta Mark Zuckerberg beberapa kali menyampaikan keyakinannya bahwa Threads dapat berkembang sangat besar. Data dari Similarweb menunjukkan Threads kini memiliki sekitar 141,5 juta pengguna aktif harian di Android dan iOS. Angka tersebut melampaui X yang berada di kisaran 125 juta pengguna aktif harian.
Perubahan arah juga terjadi di layanan berbasis kecerdasan buatan. ChatGPT, chatbot populer milik OpenAI, mulai menguji penayangan iklan pada versi gratisnya. Uji coba ini dilakukan untuk pengguna dewasa yang telah login di Amerika Serikat.
Iklan di ChatGPT akan muncul di bagian bawah jawaban dan diberi label “disponsori”. OpenAI menegaskan bahwa iklan tidak akan memengaruhi jawaban yang diberikan oleh sistem. Jawaban ChatGPT tetap dibuat berdasarkan informasi yang dinilai paling berguna bagi pengguna, bukan karena kepentingan komersial.
Langkah ini diambil karena biaya menjalankan layanan AI sangat besar. Infrastruktur server, riset, dan pengembangan teknologi membutuhkan dana yang terus meningkat. CEO OpenAI Sam Altman sebelumnya pernah menyampaikan ketidaksukaannya terhadap iklan, namun juga mengakui bahwa iklan bisa menjadi solusi agar layanan gratis tetap tersedia.
OpenAI menyatakan tidak akan menjual data atau isi percakapan pengguna kepada pengiklan. Selain itu, iklan tidak akan ditampilkan pada topik sensitif seperti kesehatan, kesehatan mental, dan politik. Pengguna yang diyakini berusia di bawah 18 tahun juga tidak akan menjadi target iklan.
Masuknya iklan ke Threads dan ChatGPT mencerminkan perubahan besar di dunia internet. Banyak layanan digital gratis menghadapi tekanan untuk tetap bertahan di tengah biaya operasional yang terus naik. Dalam kondisi ini, iklan menjadi sumber pendapatan yang paling umum digunakan oleh perusahaan teknologi.
Bagi pengguna, dampaknya terasa langsung. Linimasa media sosial semakin ramai dengan konten promosi. Layanan AI yang sebelumnya terasa netral kini mulai menyisipkan pesan berbayar. Banyak orang merasa layar ponsel mereka semakin penuh, sehingga memunculkan kelelahan digital akibat paparan iklan yang terus-menerus.
Namun dari sisi perusahaan, iklan dianggap sebagai jalan tengah. Tanpa iklan atau biaya langganan, layanan berskala besar sulit bertahan dalam jangka panjang. Internet gratis seperti yang dikenal di masa lalu semakin sulit dipertahankan.
Masuknya iklan ke Threads dan ChatGPT menunjukkan satu arah yang semakin jelas. Internet kini tidak hanya menjadi ruang berbagi dan mencari informasi, tetapi juga ruang bisnis. Hampir semua platform besar pada akhirnya mencari cara untuk menghasilkan uang. Tantangan ke depan adalah bagaimana perusahaan menjaga kepercayaan dan kenyamanan pengguna, sementara pengguna harus beradaptasi dengan internet yang semakin dipenuhi iklan.
